re

Once Upon a Time in The West [1968 USA BrRip 1080p YIFY 2050 MB Google Drive]

Once Upon a Time in The West [1968 USA BrRip 1080p YIFY 2050 MB Google Drive]

Durasi: 175 Minutes Genre: Western Rating IMDB: 8,7 dari 10

Label: Recent, WesternMovie, Once Upon a Time in The West, USA, 1968, Sergio Leone, Western, Charles Bronson, Claudia Cardinale, Gabriele Ferzetti, Henry Fonda, Jason Robards, BrRip 1080p, , , YIFY, IMDB,
IMDB: http://www.imdb.com/title/tt0064116

Director: Sergio Leone
[Lihat juga film yang disutradari oleh : Sergio Leone]

Casts: Charles Bronson, Claudia Cardinale, Gabriele Ferzetti, Henry Fonda, Jason Robards
[Lihat juga film yang dibintangi oleh : Charles Bronson]
[Lihat juga film yang dibintangi oleh : Claudia Cardinale]
[Lihat juga film yang dibintangi oleh : Gabriele Ferzetti]
[Lihat juga film yang dibintangi oleh : Henry Fonda]

[Koleksi juga film : Top IMDB] lainnya

Link Download Google Drive : Click Here
Quality: BrRip 1080p YIFY Size: 2050 MB
Audio: English
Subtitle Soft Muxed: English, Indonesia
Password: AdMaioremDeiGloriam


Seorang pemain harmonika bergabung dengan seorang buronan kriminal untuk melindungi seorang janda dari segerombolan bandit yang bekerja untuk seorang pengusaha yang rakus.

Setelah menyelesaikan Trilogi Dollar-nya: A Fistful of Dollars (1964), For a Few Dollars More (1965), dan The Good, the Bad and the Ugly (1966), Sergio Leone sesungguhnya ingin pensiun dari membuat film-2 koboi -- dia merasa misi western-nya sudah selesai. Tetapi studio United Artists (studio yang memproduksi Trilogi Dollar) meminta Leone untuk membuat film koboi sekali lagi, untuk terakhir kalinya, dengan mengiming-2i dia anggaran yang besar dan akses ke aktor favoritnya, Henry Fonda! Sepanjang kariernya, Leone selalu ingin bekerja dengan Henry Fonda, maka diterimalah tawaran tersebut.


Ide awal dari film ini adalah cerita yang menggabungkan semua referensi dari film-2 klasik koboi Amerika, mulai dari My Darling Clementine (1946), Duel in the Sun (1946), High Noon (1952), Shane (1953), The Searchers (1956), The Magnificent Seven (1960) sampai The Man Who Shot Liberty Valance (1962). Hasilnya adalah Once Upon a Time in the West ... judul yang sangat cocok untuk cerita yang bersifat timeless -- tidak hanya mengacu pada waktu tertentu saja, tetapi pada kumpulan kenangan dari masa lalu yang berisi tema universal tentang kebaikan dan kejahatan, romans, dan yang lainnya. Mengacu ke sekitar 30 film klasik koboi Amerika (menurut film critic dan film historian Christopher Frayling), Once Upon a Time in the West menyampaikan cerita dari tiga tokoh utamanya: pemain harmonika yang misterius (Charles Bronson), buronan kriminal yang notorious Cheyenne (Jason Robards), dan pengantin baru yang cantik Jill McBain (Claudia Cardinale). Berada di tengah jalan mereka adalah Frank, seorang pembunuh bayaran yang sadis, yang dimainkan dengan sangat meyakinkan oleh aktor yang selama ini selalu berperan sebagai good guy, Henry Fonda!

Sinopsis / Plot / Resensi / Ringkasan Cerita / Reviu:
Pada suatu ketika di sebuah stasiun kereta api, datanglah 3 orang bandit. Semua terasa tidak jelas tentang apa yang mereka lakukan disana. Hingga ketika kereta tiba, ketiga bandit tersebut merasa tidak menemukan seorang penumpang kereta yang mereka tunggu.

Ketika ketiganya mulai beranjak pergi, dan keadaan stasiun menjadi sepi, terdengarlah alunan harmonika dari seberang rel kereta api. Disana berdiri seorang pria dengan membawa barang barangnya.

Terjadilah duel antara ketiga bandit tadi dengan pria harmonika(Charles Bronson). Meski salah satu bandit mampu menembak pria harmonika tapi pria harmonika tetap bertahan dan selamat, sedangkan ketiga bandit mati di tempat.

Sementara itu di tempat lain, daerah tandus bernama Sweetwater, Brett McBain sedang berburu burung bersama Timmy, anaknya yang paling bungsu. Ketika mereka kembali ke rumah mereka, Timmy segera diminta masuk ke rumah untuk merapikan diri. Anak Brett McBain yang perempuan, Maureen sedang menyiapkan meja makan mereka untuk menyambut kedatangan Ibu angkat mereka yang datang dari New Orleans. Sementara itu Patrick, anak lelaki McBain yang beranjak remaja diminta segera bersiap untuk menjemput sang calon ibu di stasiun kereta. McBain sendiri mengambil air di sumur untuk membasuh muka dan minum.

Suasana tiba tiba menjadi senyap, seolah pertanda akan sesuatu yang buruk akan terjadi. Tak lama kemudian burung burung yang ada di belakang semak semak tiba tiba terbang seolah dikagetkan akan sesuatu. Hingga tak berapa lama terdengarlah satu tembakan. McBain mengira itu adalah seseorang yang sedang berburu burung di daerah tersebut. Namun dia segera menyadari bahwa hanya keluarganya lah yang tinggal di daerah terpencil nun jauh dan tandus seperti itu, burung- burungnya dilihat tidak ada yang jatuh tertembak, naluri kebapakannya segera membuatnya menoleh kepada anaknya Maureen yang ternyata sudah tertembak, dia segera menghambur menuju Maureen, namun satu tembakan lainnya segera terdengan, McBain tertembak, dia masih terus berupaya mendekati meja makannya untuk mengambil senjatanya dan mempertahankan diri, namun satu tembakan lainnya membuatnya terkapar. Patrick yang keluar dengan mengendarai kereta kudanya tidak luput dari tembakan. Lalu tinggalah Timmy, si kecil yang masih hidup.

Timmy yang mendengar banyak tembakan segera keluar. Di luar dia menemukan bahwa semua anggota keluarganya sudah dibantai, dan dari semak semak munculah 5 koboi bersenjata yang mendekatinya. Tidak tampak ketakutan di wajah Timmy, hanya keheranan mengapa keluarganya menjadi sasaran pembantaian seperti ini. Salah satu koboi bertanya kepada Frank, akan diapakan si anak kecil ini. Frank yang menyadari bahwa salah satu anggotanya bertindak idiot dengan menyebutkan namanya tidak memiliki pilihan lain selain membunuh Timmy. Lengkaplah sudah keluarga BrettMcBain dibantai siang itu.

Sementara itu di stasiun kereta, saat kereta tiba, si calon nyonya McBain, Jill(Claudia Cardinale), tiba, setelah kebingungan selama beberapa jam karena si penjemputnya tidak kunjung tiba. Dia memutuskan untuk menyewa kereta kuda untuk mengantarnya ke rumah Brett McBain. Diantarlah dia oleh seorang kusir kereta kuda yang senang tertawa lebar bernama Sam(Paolo Stoppa). Di tengah perjalanan mereka sempat menyaksikan pembangunan jalan kereta api, sesuatu yang baru di wilayah itu dan di saat itu. Ketika perjalanan mereka sudah cukup lama Sam memutuskan untuk beristirahat dan minum sebentar di sebuah Bar di pinggir jalan. Jill tidak mau sendirian di luar menyusul ke dalam bar. Sempat Jill berbincang dengan pengunggu bar sampai terdengar banyak suara kuda dan tembakan di luar bar. Seisi bar menjadi terpaku akan suara suara tersebut.

Kamudian masuklah pria ke dalam bar tersebut, dia kemudian memesan minuman. Tak berapa lama terdengarlah kembali lantunan harmonika di dalam ruangan tersebut, seisi rungan bar kembali bingung darimana datangnya suara itu. Pria yang baru datang tadi ternyata bernama Cheyenne(Jason Robards), seorang buronan kelas kakap.

Dan yang sebenarnya terjadi di luar tadi adalah Cheyenne sedang melawan para petugas keamanan yang sedang menangkapnya dan kemungkinan mengantarnya ke penjara. Cheyenne segera menghampiri pria berharmonika, setelah sempat mengejek pria harmonika karena cuma bisa bermain harmonika dan menaruh pistolnya didepannya. Cheyenne segera menyadari ada salah satu pria di dalam bar yang hendak mencabut pistolnya. Cheyenne menodongnya dengan pistol untuk menyuruhnya memutus rantai tahanan yang dipakainya sekarang. Tak berapa lama munculah kedalam bar beberapa pria yang ternyata mereka adalah anak buah Cheyenne yang bermaksud untuk menyelamatkannya.

Cheyenne segera ingin pergi namun pria harmonika meminta pistolnya kembali, Cheyenne yang sadar bahwa dia membawa pistol milik pria harmonika segera menyuruh anak buahnya untuk mengembalikan kepada pria harmonika. Kemudian pria harmonika menarik mantel anak buah Cheyenne, karena dia tahu bahwa mereka semua menggunakan mantel yang sama dengan ketiga pria yang dibunuhnya di stasiun di awal cerita. Cheyenne tidak percaya dengan omongan pria harmonika, sebab dia tahu persis bahwa dia ataupun anggotanya tidak ada yang pergi ke stasiun hari itu, selain itu orang yang menggunakan mantel berwarna coklat khas Cheyenne hanyalah orang-orangnya Cheyenne saja, dan satu hal lagi karena anggota Cheyenne tidak mudah dibunuh.

Jill segera melanjutkan perjalanannya bersama Sam. Dan ketika mereka sampai di kediaman Brett McBain, alangkah terkejutnya Jill karena sambutan meriah yang dia harapkan berubah menjadi sambutan kelabu, sebab seluruh keluarga McBain sudah tewas dan siap dimakamkan, suatu hal yang seperti sudah difirasatkan olehnya karena Jill memang datang dengan mengenakan gaun warna hitam, warna yang biasa digunakan oleh orang yang sedang berduka cita. Lalu segera terkuaklah bahwa Jill sebenarnya sudah diperistri oleh Brett McBain sebulan yang lalu di New Orleans, yang artinya dia adalah resmi menjadi nyonya/ janda McBain saat ini. Prosesi pemakaman segera dilaksanakan pada hari itu juga, Sam sempat mengajak Jill untuk kembali saja ke New Orleans, tempat yang lebih ramai daripada di kediaman McBain ini, namun tawaran tersebut ditolak oleh Jill, karena dia tahu bahwa semasa hidupnya Brett adalah pria yang kaya, dan dia berharap dapat menemukan harta penginggalan suaminya dahulu sebelum kembali ke New Orleans. Lalu datanglah para sheriff daerah tersebut dengan membawa bukti pembunuhan berupa sepotong kain yang diidentifikasi adalah potongan mantel seragam Cheyenne. Merekapun bergegas untuk memburu Cheyenne dan komplotannya.

Di tempat lain pria Harmonika menemui wobbles, pria yang sudah membuat kesepakatan kepada pria harmonika  agar dapat mempertemukannya dengan Frank(Henry Fonda). Setelah sempat menganiaya Wobbles, pria harmonika sadar bahwa Frank tidak datang ke stasiun karena dia pergi ke kediaman McBain dan melakukan pembantaian disana.

Cheyenne tiba di rumah Jill yang sudah bersiap untuk pergi, dia kemudian meminta Jill untuk membuatkannya kopi, meski sempat kesal karena tahu bahwa Cheyenne dan komplotannya adalah pembunuh suaminya Jill menurut saja untuk membuatkan Cheyenne kopi. Cheyenne menjelaskan bahwa dia dan komplotannya tidak melakukan pembunuhan di kediaman McBain, Cheyenne segera pergi dari kediaman McBain setelah itu. Tidak lupa dia  mengingatkan bahwa komplotan pembunuh sebenarnya pasti akan mengincar Jill. Saat hendak menyiapkan kereta kudanya untuk kembali ke New Orleans, datanglah pria harmonika ke tempat Jill.

Pria harmonika membenarkan perkataan Cheyenne, bahwa Jill sedang dalam bahaya. Kali ini pria harmonika meminta Jill untuk mengambilkannya air segar di sumur, ketika keduanya sedang mencoba mengambil air dari sumur, muncul dua pria yang membawa senjata dan berkuda ke arah mereka. Pria harmonika sadar bahwa ini adalah dua orang yang berniat untuk membunuh anggota keluarga terakhir dari McBain, dia segera menghabisinya tanpa ampun.

Sekarang terkuaklah siapa sebenarnya pembunuh keluarga Mcbain, yaitu bukannya anggota Cheyenne, tapi Frank dan komplotannya. Jill mendatangi wobbles untuk memintanya mengatakan kepada Frank bahwa dia ingin membuat kesepakatan pribadi kepada Frank demi keselamatan nyawanya. Pria harmonika menguntit Wobbles menuju kereta dimana Frank dan Morton(Gabriele Ferzetti), pria taipan cacat, yang menyewanya.



Meski pada awalnya Frank hanya diminta untuk menakut nakuti keluarga McBain, Frank malah membunuh mereka semuanya. Wobbles yang datang langsung kepada Morton dan Frank langsung membuat Frank naik darah sebab dengan begitu dapat dilacak siapa sebenarnya pembunuh keluarga McBain dan siapa dalang dibalik semua ini.

Setelah menengok di luar jendela dan mengetahui bahwa Wobbles sudah dikuntit, Frank segera siap siaga. Dan ketika anggotanya Frank datang dengan menaiki kuda menuju kereta Frank, pria harmonika segera turun dari kereta agar tidak kepergok anggota Frank. Namun nahas karena Frank sudah menodongkan pistol ke mukanya. Pria harmonika pun segera diikat di dalam gerbong kereta. Frank makin marah kepada Wobbles karena kecerobohannya hampir membahayakan keselamatan mereka semua. Wobbles ditendang keluar kereta oleh Frank. Setelah jatuh Wobbles melihat bahwa dibawah kereta sedang bersembunyi seorang pria lainya yaitu, Cheyenne. Cheyenne sempat memberi isyarat agar Wobbles diam namun dia malah mencoba untuk memberitahu Frank, yang segera direspon oleh Frank dengan menembaknya tiga kali. Wobbles pun mati, sementara itu Cheyenne masih selamat.

Frank yang mencoba mendapatkan identitas pria harmonika namun gagal segera diminta Morton untuk memastikan bahwa Jill sudah tewas, Frank bersama anak buahnya segera mendatangi Jill. Cheyenne kemudian masuk dan menyelamatkan pria harmonika, namun dia sengaja tidak menembak mati Morton, karena dia tahu bahwa Morton tidak layak dibunuh saat ini.

Di kediaman McBain dikirim banyak bahan baku untuk pembangunan bangunan, Jill sempat bingung dengan hal ini, namun dia segera tahu bahwa McBain berniat untuk membangun stasiun di daerah itu karena dia sempat melihat replika bangunan-bangunan ketika sedang mencari harta McBain yang mungkin ditinggalkannya di rumahnya.

Cheyenne diberitahu oleh pria harmonika bahwa tanah tersebut akan sangat berpotensi menguntungkan secara finansial di masa mendatang sebab, jalur kereta api pasti akan melewati daerah tersebut. Sebagai catatan bahwa kereta api di masa tersebut menggunakan tenaga uap, dan di daerah tersebut hingga 50 mill jauhnya, hanya daerah Sweetwaterlah yang memiliki cadangan air. Sehingga hampir dipastikan daerah tersebut akan laku keras. Namun sepertinya rencana Brett McBain bukanlah untuk menjual tanah tersebut melainkan memiliki stasiun sendiri di daerah tersebut. Pria harmonika menegaskan bahwa Brett McBain tidak akan mendapatkan apapun saat jalur kereta api melintasi daerahnya kecuali saat itu sudah siap dengan adanya stasiun. Cheyenne sadar akan hal ini dan setuju untuk mengerahkan pasukannya untuk bekerja membantu membangun stasiun.

Frank yang bertemu Jill segera bercinta dengannya, kemudian keduanya sepakat bahwa Jill akan melelang tanahnya. Tibalah saat pelelangan tersebut. Anak buah Frank ikut serta di dalam ruangan lelang untuk mengintimidasi peserta lelang agar nilai lelang tidak terlalu tinggi. Hingga pada nilai 500$ seakan lelang akan selesai, kemudian munculah pria harmonika yang menawar 5000$ dengan nilai dari penyerahan buronan wilayah tersebut yang tidak lain adalah Cheyenne. Cheyenne segera diamankan untuk segera dikirim ke penjara Yuma. Pria harmonika memenangkan lelang.

Morton yang merasa Frank sudah bertindak diluar batas segera menyuap anggota Frank untuk membunuh Frank. Frank yang keluar dari tempat Jill dan pria harmonika segera menyadari bahwa dia diincar oleh anakbuahnya setelah diberitahu secara tersirat oleh pria harmonika. Pria harmonika sempat membantu Frank untuk membunuh beberapa anak buah Frank. Jill sempat bingung mengapa pria harmonika menyelamatkan Frank. Namun pria harmonika dengan enteng menjawab bahwa dia tidak menyelamatkan Frank, dia hanya tidak membiarkan Frank terbunuh karena ia ingin membunuh dengan tangannya sendiri.

Setelah kejadian itu Frank kembali ke kereta dimana Morton bersembunyi, dia mendapati bahwa anak buahnya telah banyak yang mati bergelimpangan, setelah mencari cari dia menemukan Morton sudah tidak berdaya terkapar di samping aliran air kecil, meski awalnya berniat membunuhnya, Frank kemudian mengesampingkan keinginannya tersebut, karena dia tahu bahwa Morton akan lebih menderita dengan hidup seperti itu daripada dibunuh.

Kembali ke kediaman McBain, Jill sedang sibuk menata rumahnya ketika Cheyenne tiba tiba masuk rumah, Jill merasa senang karena Cheyenne bisa lolos dari penjaganya dan memutuskan kembali ke kediaman McBain. Saat Cheyenne meminta kopi kepada Jill, Jill tidak menolak. Bahkan dia menawarkan Cheyenne untuk merapikan jenggotnya. Sementara itu pria harmonika menyerut kayu sambil memandangi para pekerja yang sedang membangun stasiun di kediaman Jill, hingga orang yang ditunggunya tiba, yang tidak lain adalah Frank.

Frank datang bukan lagi dengan motif uang, wanita atau kekuasaan melainkan dia masih penasaran siapa pria harmonika sebenarya dan apa yang dia inginkan sehingga mati matian melindungi janda McBain. Keduanya terlibat duel. Door… dan ketika itu pula Frank jatuh terkapar oleh tembakan pria harmonika.

Pria harmonika segera mengeluarkan harmonikanya untuk diselipkan di bibir Frank, hal ini membuat Frank sadar, siapa sebenarnya pria harmonika, dia tidak lain adalah anak kecil lugu yang sewaktu Frank masih menjadi Bandit amatir disuruh untuk berdiri dan menahan badan kakaknya yang lebih besar yang di lehernya disiapkan tiang gantungan. Logikanya karena badan kakaknya yang lebih besar pria harmonika kecil kesulitan untuk menahan keseimbangan. Frank menyelipkan harmonika ke mulut pria harmonika dan memintanya untuk menghibur kakaknya yang lantas pria harmonika jatuh ke tanah dan kakanya mati di tiang gantungan.

Pria harmonika yang sudah selesai dengan misi pribadinya segera pergi dengan sebelumnya meminta pamit kepada Jill McBain dan Cheyenne. Cheyenne juga memutuskan untuk pergi. Cheyenne yang ternyata menerima luka tembak ketika mendatangi pak Choo Choo (Morton) mati di tengah jalan, pria harmonika segera membawa mayatnya dengan kudanya. Sementara itu Jill McBain memberikan minuman kepada para pekerja yang membantunya mendirikan stasiun, sesuatu yang menjadi permintaan Cheyenne sebelum dia meninggalkan tempat itu.


Official Movie Trailer:




Ad Maiorem Dei Gloriam
Ad Maiora Natus Sum

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © Amadei33™ is a registered trademark.

Designed by Template. Hosted on Blogger Platform.