re

1 Oct 2015

M [1931 USA BrRip 720p Team Nanban 826 MB Google Drive]

M [1931 USA BrRip 720p Team Nanban 826 MB Google Drive]

Durasi: 99 Minutes Genre: Crime, Drama, Thriller Rating IMDB: 8,5 dari 10

Label: Recent, WesternMovie, M, USA, 1931, Fritz Lang, Crime, Drama, Thriller, Peter Lorre, Ellen Widmann, Inge Landgut, BrRip 720p, , , Team Nanban, IMDB,
IMDB: http://www.imdb.com/title/tt0022100

Director: Fritz Lang
[Lihat juga film yang disutradari oleh : Fritz Lang]

Casts: Peter Lorre, Ellen Widmann, Inge Landgut
[Lihat juga film yang dibintangi oleh : Peter Lorre]
[Lihat juga film yang dibintangi oleh : Ellen Widmann]
[Lihat juga film yang dibintangi oleh : Inge Landgut]

[Koleksi juga film : Top IMDB] lainnya

Link Download Google Drive : Click Here
Quality: BrRip 720p Team Nanban Size: 826 MB
Audio: Germany
Subtitle Soft Muxed: English
Password: AdMaioremDeiGloriam



Film ini merupakan karya pertama Fritz Lang dalam sebuah film bersuara, masih ingat dengan film bisu bersejarahnya Metropolis? Maka ini adalah karya Lang berikutnya yang harus anda simak. Genre thriller, film misteri pembunuhan dan detektif memang banyak digemari akhir-akhir ini, dan sudah banyak karya-karya klasik hebat seperti Psycho (Alfred Hitchcock) sampai ke Silence of the lambs (Jonathan Demme) yan terpengaruh dari karya Lang ini.

M adalah pionir film yang menghadirkan tema pembunuhan berantai. Film yang dirilis pada tahun 1931 di Jerman ini sangat terpengaruh oleh merebaknya kejahatan pembunuhan berantai di Jerman pada era akhir tahun 20an. “the vampire of Düsseldorf” nama yang disandang oleh Peter Kürten, seorang pembunuh berantai yang sangat terkenal di Jerman yang akhirnya tertangkap oleh polisi pada tahun 1930. Ia telah menyerang 41 orang dan 9 diantaranya dibunuh secara sadis. Kürten adalah profil nyata dari film ini

Sinopsis / Plot / Resensi / Ringkasan Cerita / Reviu:
Anak-anak kecil menghilang dan dibunuh. Kasus serial killer ini membuat seisi kota waswas. Akibatnya polisi meningkatkan pengawasannya. Setiap orang menjadi paranoid, dan serba mencurigai tiap kali ada orang yang mendekati anak-anak. Yang juga jadi korban dari situasi ini adalah kalangan mafia (pencuri dsb) yang operasi mereka terhambat karena polisi jadi makin sering patroli.

Menyikapi hal ini, pimpinan mafia setempat, Safecracker (Grundgens) mengadakan rapat dengan anak buahnya, untuk mencari cara untuk menemukan child murderer ini, supaya usaha mereka bisa kembali berjalan normal. Di lain tempat, kepolisian juga memikirkan hal ini, di bawah kendali Inspektur Lohmann (Wernicke).

Orang2 mafia kemudian memutuskan untuk menggunakan sindikat pengemis, untuk memata-matai seisi kota, karena keberadaan mereka yg tidak diperhatikan orang2. Cara ini terbukti berhasil. Seorang pengemis buta yg juga penjual balon, mengenali siulan khas si pembunuh (Lorre), yg juga dia dengar sewaktu korban terakhir menghilang. Segera dia memberitahu ini pada rekan2nya yg lain.

Ketika Beckert, si pembunuh, menyadari bahwa dia dibuntuti, dia panik, dan membatalkan rencananya untuk menculik seorang anak. Untuk menandai si pembunuh, seorang pengemis menuliskan huruf M di tangannya dengan kapur, kemudian secara sengaja menepuk pundak jaket Beckert dengan alasan dia buang kulit jeruk sembarangan. Alhasil, di pundak Beckert, terdapat tanda M yang membuatnya dikenali oleh sindikat mafia.

Mereka terus mengikuti Beckert, hingga dia bersembunyi di sebuah gedung yang dikunci. Para pengemis melapor ke Safecracker, dan mereka pun mendatangkan armada untuk mencari si pembunuh ke seluruh pelosok gedung. Di saat bersamaan, polisi pun sudah menemukan petunjuk yg sama ke arah Beckert sebagai pelakunya.

Orang2 mafia pun berhasil menemukan Beckert, dan membawanya pergi ke markas mereka. Tapi karena polisi segera datang ke lokasi karena petugas gedung yang mereka sekap menyalakan alarm, mereka buru2 pergi, dan lupa dengan salah satu rekan mereka yg masih tertinggal di sana, yang akhirnya tertangkap polisi.

Franz, anggota yang tertangkap itu, kemudian diinterogasi oleh Lohmann, yang berhasil membuatnya buka mulut tentang pencarian si pembunuh, dan apa yang kalangan mafia hendak lakukan padanya.

Mereka menggelar semacam pengadilan untuk pembunuh itu. Para mafia itu berpendapat bahwa orang seperti Beckert terlalu berbahaya, dan tak bisa dimaafkan karena telah membunuh anak2. Meski begitu, Beckert berdalih, dan memberikan semacam pernyataan yang dramatis, bahwa dia tak bisa mencegah dirinya. Keinginan membunuh dalam dirinya merupakan penyakit yang tak bisa disembuhkannya. Seorang pengacara yg membelanya pun membenarkan, bahwa dia mesti dirawat di institusi kejiwaan.

Kalangan mafia, dan juga para orangtua yg menjadi korban, yg jadi bagian dari pengadilan itu, tak setuju. Mereka tetap berkeras untuk mengeksekusi si pembunuh. Tapi sebelum hal itu terjadi, polisi keburu datang. Gagallah rencana mereka. Film ini berakhir ambigu, dengan pengadilan yang sebenarnya, hendak membacakan vonis untuk Beckert, belum diketahui apakah dia akan dihukum ato dirawat kejiwaan. Di akhir film, ada peringatan dari seorang ibu korban, yang mengingatkan penonton bahwa apapun vonisnya, para korban tidak akan kembali, dan orangtua mesti memperhatikan anaknya baik-baik.


Official Movie Trailer:




Ad Maiorem Dei Gloriam
Ad Maiora Natus Sum

Share

& Comment

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © Amadei33™ is a registered trademark.

Designed by Template. Hosted on Blogger Platform.